Jumat, 23 November 2012
lucu,,,,,
Seorang lelaki tua menghampiri perempuan muda yang montok.
“Aku akan membayarmu Rp 50.000 dan biarkan aku meremas payudaramu,” katanya.“Dasar tua bangka tidak tahu diri. Pergi sana,” kata perempuan tersebut.
“Bagaimana kalau seratus ribu?” kata si lelaki tua menawar.
“Tidak bisa. Kalau kamu tidak pergi dari sini akan saya panggil satpam,” kata perempuan itu mengancam.
“Setengah juta deh dan bi
arkan aku meremas payudaramu, sebentar saja. Nggak lama-lama kok,” kata si lelaki tua. Perempuan itu masih menolaknya.
“Ya udah, bagaimana kalau satu juta?” lelaki tua tersebut bersikukuh.
Pada tawaran ini si perempuan mulai ragu-ragu. Setelah ia melihat sekeliling dan ternyata tidak ada orang lain di situ, iapun setuju.
Ia membuka blus dan BH-nya kemudian membiarkan lelaki tua tersebut meremas-remas payudaranya.
“Ya Tuhan… Oh my God… ya Tuhan… Oh my God,” gumam lelaki tua tersebut ketika meremas payudaranya.
“Kenapa sih Bapak terus-terusan mengatakan Oh my God…ya Tuhan?” tanya si perempuan.
Masih sambil terus meremas payudara tersebut, si lelaki tua bergumam lebih keras, “Oh my God…Ya Tuhan darimana saya akan mendapatkan duit satu juta..??
ciri-ciri wanita yang sudah tidak perawan
CIRI-CIRI WANITA YANG SUDAH TIDAK PERAWAN
1. DI LIHAT DARI CARA BERJALANNYA
Wanita yang sudah tidak perawan akan terlihat kalau dia sudah tidak perawan lagi saat wanita itu berjalan sambil menggendong anaknya apalagi menggendong (maaf) sam
bil menyusui, itu sudah jelas kalau wanita itu SUDAH TIDAK PERAWAN LAGI.
2. SELALU MENGHINDAR SAAT ADA COWOK YG MENAKSIR
Bisa di bedakan mana yang perawan, mana yang tidak perawan. Seorang wanita akan terlihat sudah tidak perawan lagi saat kita para cowok menyatakan cinta pada seorang wanita, tapi suaminya datang sambil bawa golok dan marah-marah sama itu cowok. Itu sudah di pastikan kalau wanita itu SUDAH TIDAK PERAWAN LAGI..!!!!
INGAT.. JANGAN CARI PERKARA......
3. DI LIHAT DARI BENTUK TUBUHNYA
Bentuk tubuh seorang wanita juga bisa menentukan kalau di masih perawan atau tidak. Jika perutnya terlihat mendadak buncit dalam beberapa bulan dan Badannya bertambah melar, itu sudah jelas sekali bisa dipastikan kalau wanita itu sudah tidak perawan lagi.
4. DI LIHAT DARI LEHERNYA
kalau yang satu ini, kita harus teliti memperhatikan leher wanita sebelum di jadikan pacar. Siapa tau wanita itu sudah tidak perawan lagi. jika terdapat tonjolan pada leher bagian depan wanita itu, berarti wanita itu tidak perawan karna bisa di pastikan dia bukan PERAWAN tapi PERJAKA
6. DI LIHAT DARI DADANYA
Dada seorang wanita sangat menentukan kalau dia masih perawan atau tidak. Dan di butuhkan nyali besar untuk melakukannya. Jika dada wanita kita pegang rata dan terasa agak keras juga berbulu. itu tandanya dia juga buka perawan tapi PERJAKA...
7. DI LIHAT DARI NAMANYA.
Kalau ada seorang wanita yang bernama Gadis, maka cepat nikahi wanita itu. Rugi banget kalau sampe di duluin orang. Kan enak tuh kalau kita nanti sudah tua, istri kita nanti tetap GADIS.
Sobat Cowok Jangan sekali2 menkahi seorang Wanita yang Bernama BAMBANG .. UCOK .. Atau SLAMET ... pasti tidak Perawan ...
8. DI LIHAT DARI CARA DIA MEMBACA
Cowok yg saking seriusnya membaca postiangan ini dan baru sadar kalau nomer 5 tidak ada.... bisa dipastikan tidak Perawan
9. DI LIHAT DARI CARA DIA KALAU UDAH MEMBACA
Cowok yg Sadar kalau nomer 5 tidak ada, dia langsung liat ke atas. Dan berkata ''Oh iya nomer 5 tidak ada'' abis itu nyengir dan senyum2 kecil......!! Berarti dia itu nggak perawan.....
10. Cewek yang masih perawan selalu berkomentar setelah baca postingan ini.
# Beli Jam Dnding Kembaliannya Permen...Just Kiding... Men Like, Komen dan SHARE agar kita banyak yang ketawa
MANUSIA, SAINS, DAN TEKNOLOGI
Dalam setiap kebudayaan selalu
terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, yang digunakan sebagai
acuan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan beserta isinya, serta
digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi, mengolah dan memanfaatkannya
untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan manusia. Sains dan tekhnologi dapat
berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention),
melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata
IPTEK bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang
mendasarinya. IPTEK tanpa nilai sangat berbahaya dan manusia tanpa IPTEK
mencermikan keterbelakangan.
A. IPTEK DAN PERADABAN MANUSIA
Sains dan Teknologi adalah institusi
manusiawi; artinya Sains dan Teknologi adalah karya yang dilahirkan manusia.
Maka tanpa adanya manusia kedua karya tersebut juga tidak akan ada. Namun ada
beda fundamental antara kedua institusi tersebut. Perbedaannya terletak pada
sumbernya.
Sains sebagai “body of knowledge”
yang kita ketahui saat ini adalah hasil abstraksi manusia dari sumber alami
melalui berbagai fenomena yang diamatinya. Kemudian fenomena tersebut
direpresentasikan kedalam berbagai model yang membentuk suatu paradigma. Maka
kebenaran sains adalah bila dan hanya bila suatu fenomena alami dapat cocok (fit)
pada model-model dari suatu paradigma yang berlaku. Bila model dalam suatu
paradigma yang dianut tidak lagi dapat merepresentasikan suatu fenomena alami
tertentu, maka fenomena tersebut merupakan suatu anomali. Namun anomali tidak
dapat terjadi berulang kali. Bila hal demikian ditemui maka paradigma
tersebutpun mengalami krisis dan gugur sebagai paradigma yang absah untuk kemudian
digantikan oleh model baru yang membentuk paradigma baru pula (Kuhn, 1996).
Fenomena alami dan kebenaran yang ada dibaliknya sebenarnya telah beroperasi
sejak jauh sebelum manusia ada, misalnya gaya gravitasi dan elektromagnetik,
adanya elektron dan neutron didalam atom, proses radioactive decay dan
lain sebagainya merupakan kebenaran alami yang telah beroperasi sejak awal
sejarah jagad raya ini, jauh sebelum manusia menghuni planet Bumi. Oleh karena
itu berbagai kebenaran alami yang terhimpun dalam sains merupakan temuan (discovery)
manusia. Namun tanpa manusiapun kebenaran alami tetap beroperasi sebagai sumber
dari sains.
Berbeda dari sains, teknologi
sepenuhnya bersumber pada manusia itu sendiri. Teknologi diciptakan manusia
sebagai instrumen dalam usaha memenuhi kebutuhannya. Teknologi merupakan suatu fenomena
sosial. Oleh karena itu tanpa manusia, tanpa masyarakat, teknologipun tiada.
Teknologi
diciptakan manusia melalui penerapan (exercise) budidaya akalnya.
Manusia harus mendayakan akal pikirannya dalam me-reka teknologi berdasarkan
ratio (nalar) dan kemudian membuatnya, me-yasanya, menjadi suatu produk yang
kongkrit. Jadi perlu penerapan rekayasa dalam menciptakan teknologi, dan
sebaliknya teknologi kemudian akan membantu manusia dalam merekayasa.
Inter-relasi dan interaksi antara rekayasa dan teknologi sering sulit dipahami
karena seakan terjadi secara obvious atau terjadi sepenuhnya dilatar
belakang sehingga luput dari pengamatan. Maka untuk mendapatkan gambaran yang
lebih jelas dari peran rekayasa dalam penciptaan teknologi dan sebaliknya,
perlu digresi sebentar sampai pada saat asal mula terbentuknya masyarakat
manusia.
Sains itu
sendiri secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan (knowledge) yang
didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku dari segala
fenomena yang ada di jagad raya dan isinya, baik fenomena alam maupun sosial.
Sementara itu, teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respons atas
tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik.
Teknik secara
umum diartikan sebagai alat perlengkapan dan metode membuat sesuatu. Teknologi
adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang
lebih mengembangkan ketrampilan manusia.
Ada beberapa
fase proses teknik yang dialami dalam kehidupan manusia yakni :
a. Fase teknik
destruktif. Pada fase ini, untuk memecahkan segala permasalahan dan
kebutuhannya, manusia langsung mengambil dari alam, tidak ada usaha untuk
mengembalikannya ke alam.
b. Fase teknik
konstruktif. Masyarakat pada fase ini telah mampu melakukan penciptaan sehingga
menghasilkan kebudayaan baru yang sebelumnya tidak ada di alam. Dengan
penciptaan baru ini, sedikit demi sedikit manusia telah menciptakan lingkungan
baru yang selalu bermodalkan alam sekitar sehinggamerupakan “ the second nature
“ atau alam kedua.
c. Fase modern.
Fase ini merupakan puncak perkembangan teknik yang telah dicapai anusia. Teknik
modern ini bertitik tolak dari analisa matematis alam, sehingga manusia mampu
membangun suatu peradaban baru yaitu peradaban mesin. Cirri peradaban mesin
diantaranya adalah kesatuan bahasa internasional sebagai pengantar dan
diciptakannya bahasa symbol yang satu , seragam, dan internasional yaitu bahasa
“ matematika “.
Tingkatan
teknologi berdasarkan penerapannya dapat dibagi sebagai berikut :
Dengan kemajuan
pesat ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang teknologi informasi dan
teknologi transportasi yang dicapai manusia pada unjung pertengahan kedua abad
ke XX, memungkinkan arus informasi menjadi serba cepat: apa dan oleh siapa dari
seluruh muka bumi (bahkan sebagian jagat raya) - menembus ke seluruh lapisan
masyarakat dengan bebas tanpa membedakan siapa dia si penerima. Tanpa mengenal
batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya
yang dapat menghambat bertukar pikiran. Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap beberapa pola kemasyarakatan.
· Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan alienasi
Alienasi
(keterasingan manusia) adalah suatu kondisi psikologis seorang individu yang
dinafasi oleh kesadaran semu (tentang misteri keabadian termasuk Tuhan),
keberadaan, dan dirinya sendiri sebagai individu serta komunitas.
Perkembangan
IPTEK yang semakin pesat dan cenderung meniru budaya barat bisa jadi
menciptakan sebuah alienasi budaya. Orang merasa asing dengan budayanya
sendiri. Kaum muda tidak lagi at home dengan kebudayaan yang telah
membentuk identitas sosialnya.
Kemajuan-kemajuan
memungkinkan banyaknya pilihan (multiple options) dan membuka kesempatan
tumbuhnya materialisme dan rasionalisme dengan luar biasa. Tuntutan hidup
begitu tinggi. Kemakmuran yang dicapai tidak terkendali, gaya hidup menjadi
konsumtif dan hedonistik. Manusia pribadi yang menjadi begitu sibuk untuk
mempertahankan hidup menyuburkan sosok individualistik. Kaya dan sukses dari
segi materi jadi satu-satunya tujuan hidup. Persaingan demikian ketat, sehingga
penghargaan manusia terhadap waktu mencapai titik tertinggi dibandingkan masa
sebelumnya. Yang tersisa hanya wajah kehidupan tidak manusiawi dimana bahaya
masa depan ialah manusia menjadi robot karena terjadi alienasi diri.
Perkembangan
teknologi yang melanda hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya. Jangan
sampai perkembangan media menjadikan manusia sebagai objek, menyeret dan
memaksanya pada model kehidupan yang menyimpang.
· Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan heteronomi
Heteronomi
adalah prinsip pembiaran sesuatu selain hukum moral untuk menentukan apa yang
mesti dilakukan. Ini mengganti kebebasan dengan sesuatu di luar akal praktis,
semisal kesukaan. Tindakan ini sendiri nonmoral (bukan bermoral ataupun
immoral) namun bisa immoral jika itu membuat orang tidak melakukan
kewajibannya. Contoh heteronomi : Anak merasa bahwa yang benar adalah patuh
pada peraturan dan harus menaati kekuasaan.
Dalam
masyarakat dengan teknologi maju cukup banyak contoh yang menunjukkan betapa
heteronomi bisa mengakibatkan munculnya berbagai perwujudan perilaku
menyimpang, bahkan bersifat ekstrem yang bisa berakibat pertentangan
antar-lapisan dan antar-golongan dalam masyarakat. Beberapa perilaku menyimpang
itu bisa berwujud pelarian untuk menghindar dari pengaruh budaya baru, mungkin
berupa pencemoohan sambil memperkenalkan sumber nilai lain sebagai alternatif
(misalnya mistik, metafisik).
Kemajuan
teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh dominan
terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai ‘model’ untuk
ditiru. Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui
berkembangnya gayahidup (ljfestyle) yang dianggap superior dibandingkan
dengan gaya hidup lama. Berkembangnya gaya hidup baru itu dapat menimbulkan
kondisi sosial yang ditandai oleh heteronomi, yaitu berlakunya herbagai norma
acuan penilaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Perubahan gayahidup yang
ditiru dan budaya asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya gejala keterasingan
dan kebudayaan sendiri (cultural alienation).
· Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hegemoni
Hegemoni adalah
dominasi oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya dengan atau tanpa
ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan
terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar atau common
sense. Jika dilihat sebagai strategi, maka konsep hegemoni bukanlah
strategi eksklusif milik penguasa. Sebagai contoh, adalah kekuasaan dollar
Amerika terhadap ekonomi global. Kebanyakan transaksi internasional dilakukan
dengan dollar Amerika.
Hegemoni juga
terjadi di dunia satra Indonesia dimana media massa seperti koran sangat
membatasi dan hanya memuat karya-karya ataupun tulisan dari pengirim yang
dianggap ‘layak’ dimuat dan sesuai dengan panduan kesusastraan Indonesia. Salah
satu manfaat teknologi adalah kelahiran sastrawan cyber Indonesia tentu saja
tak dapat dilepaskan dari kemunculan internet dalam dunia komunikasi. Revolusi
komunikasi yang dilakukan teknologi Internet telah menciptakan ruang-ruang
alternatif baru di luar dunia media massa cetak yang ada. Revolusi ini sendiri
sangat demokratis sifatnya, siapa saja dapat menggunakannya. Ruang-ruang
alternatif baru yang tercipta karena Internet telah memungkinkan para
penggunanya tidak berhenti hanya jadi pemakai yang pasif, seperti ketika
seorang pembaca membaca koran, tapi sekaligus jadi pencipta “message’ pada
ruang-ruang tersebut.
· Pengaruh
perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan hedonisme
Hedonisme
adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi
adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang,
pesta pora dan rekreasi merupakan tujuan utama hidup, entah itu menyenangkan
bagi orang lain atau tidak. Mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali
sehingga mereka merasa ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya. di dalam
lingkungan penganut paham ini, hidup dijalani dengan sebebas-bebasnya demi
memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Pandangan mereka terangkum dalam
pandangan epikuris yang menyatakan “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah
nafsumu karena besok engkau akan mati “
Globalisasi
yang didorong oleh kemajuan di bidang iptek, telah memberi pengaruh amat besar
pada setiap sendi-sendi kehidupan umat manusia di penjuru jagat raya. Sebuah
lompatan perubahan zaman yang tak bisa dihentikan. Ia menerjang laksana
gelombang pasang dan menarik siapa saja ke dalam pusarannya.
Persoalannya,
akankah ini membawa umat manusia kepada sebuah peradaban baru, atau malah
sebaliknya mendorong pada titik nadir peradaban. Perlahan namun pasti,
perubahan radikal tatanan budaya lokal, maupun tata nilai sosial yang dianut
tengah terjadi.
Dan salah satu
sisi gelap gelombang perubahan zaman adalah sikap dan perilaku manusia yang
semakin mendewakan materi dan terperangkap dalam pusaran kehidupan bendawi.
Inilah yang disebut budaya hedonisme di mana kesenangan dan kenikmatan materi
menjadi tujuan utama.
Dalam masalah
pemanfaatan iptek, Barat sangat pragmatis-materialistis, artinya hanya mencari
keuntungan materi dan kesenangan duniawi semata. Bacon berpendapat bahwa iptek
harus digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi, iptek hanya berarti
bila nampak dalam kekuasaan manusia: iptek manusia adalah kekuasaan manusia.
Pendekatan pragmatis materialis ini telah menyebabkan iptek dikembangkan untuk
memenuhi kesenangan-kesenangan materi (hedonis-materialistis) dan mengorbankan
alam semesta. Menjamurnya produk-produk mainan (game) yang melampaui kebutuhan
merupakan bukti pemenuhan hedonisme tersebut.
B. PERKEMBANGAN
IPTEK DALAM PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN
Perkembangan IPTEK telah membawa kemajuan dan kemudahan
serta perubahan pada kehidupan manusia. Berbagai manfaatnya dapat terasa pada
era sekarang ini dimana semua perlahan beralih dari sesutau yang sederhana
menjadi sesuatu yang lebih modern.
Mengembangkan nilai-nilai dan budaya iptek pada dasarnya
adalah melakukan transformasi dari masyarakat berbudaya tradisional menjadi
masyarakat yang berpikir analitis kritis dan berketerampilan iptek dengan tetap
menjunjung/memelihara nilai-nilai agama, keimanan, dan ketaqwaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa
Manusia sebagai makhluk yang berakal budi tidak
henti-hentinya mengembangkan pengetahuannya. Akibatnya teknologi berkembang
sangat cepat dan tidak terbendung seperti tampak dalam teknologi persenjataan,
computer informasi, kedokteran, biologi dan pangan. Kemajuan teknologi tersebut
bila tidak disertai dengan nilai etika akan menghancurkan hidup manusia sendiri
seperti terbukti dengan perang Irak, pemanasan global, daya tahan manusia yang semakin
rendah, pemiskinan sebagian penduduk dunia, makin cepat habisnya sumber alam,
rusaknya ekologi, dan ketidakadilan. Pertanyaan yang secara etis dan kritis
harus diajukan adalah, apakah teknologi yang kita kembangkan sungguh demi
kebahagiaan manusia secara menyeluruh? “Nilai kemanusiaan” sebagai salah satu
nilai etika perlu ditaati dalam mengembangkan teknologi
Memasuki abad ke 21, berarti menapaki abad global. Akibat
perkembangan tehnologi informasi dan transportasi, dunia Inteernasional pada
abad ini mengalami sebuah perubahan besar, yang dikenal dengan era global.
Dalam era demikian, situasi dunia menjadi amat transparan, jendela
internasional, terdapat hampir disetiap rumah. Apa yang terjadi dsalah satu
sudut bumi dalam waktu singkat dapat ditangkap dari beerbagai belahan dunia,
pintu gerbang antar Negara semakin teerbuka, sekat sekat budaya semakin hilang
dan ujung ujungnya akan terbentuk apa yang disebut Jhon Neisbitt sebagai Gaya
Hidup Global.
Abad ini ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi
yang sangat pesat. Kemajuan itu terutama dipacu oleh kemajuan teknologi
computer dan informasi sehingga zaman ini sering disebut era revolusi baru
yaitu revolusi informasi.Produk dari kemajuan sains dan teknologi kian canggih
dan bermutu. Hampir dalam semua bidang kehidupan kita dapat menikmati produk
teknologi modern mulai dari peralatan rumah tangga sampai dengan peralatan
industri yang besar. Dengan semua kemajuan itu hidup manusia dipermudah,
diperlancar, dan lebih sejahtera. Tetapi di sisi yang lain, kita melihat bahwa
berbagai kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia
seperti lingkungan hidup yang tidak nyaman, ketidakadilan dan bahkan
penghancuran kelompok manusia.
Secara umum, etika menuntut kejujuran dan dalam iptek ini
berarti kejujuran ilmiah (scientific honesty). Mengubah, menambah, dan
mengurangi data demi kepentingan tertentu termasuk dalam ketidakjujuran ilmiah.
Mengubah dan menambah data dengan rekaan sendiri dapat dimaksudkan agar
kurvanya memperlihatkan kecenderungan yang diinginkan. Mungkin penelitinya
sendiri yang menginginkan agar hasil penelitiannya sesuai dengan teori yang
sudah mapan. Mungkin penaja (sponsor) peneliti itu yang ingin menonjolkan citra
produk industrinya. Mereka-reka data semacam itu merupakan the sin of
commission. Sebaliknya membuang sebagian data yang “memperburuk” hasil
penelitian adalah the sin commission. Penghapusan data yagn “jelek” itu
mungkin dimaksudkan oleh penelitinya agar analisis datanya memperlihatkan
keterandalan (realibility) yang lebih baik. Lebih jahat lagi kalau dosa
komisi itu dilakukan untuk menyembunyikan efek samping yang negatif dari produk
yang diteliti. Ketidakjujuran ilmiah semacam ini pernah dilakukan peneliti yang
ditaja pabrik penyedap rasa (monosodium glutamate) di Thailand.
Kalau data yang dibuang itu dinilai sebagai penyimpangan
dari kelompok yang sedang diteliti, dan karenanya harus ikut diolah, kejujuran
ilmiah menuntut penjelasan tentang penghapusannya. Perlu juga disebutkan
patokan yang dipakai untuk menentukan ambang nilai data yang harus ikut
dianalisis, misalnya patokan Chauvenet.
Sekarang umat manusia menghadapi masalah-masalah yang
sangat serius, yang menyangkut teknologi dan dampaknya pada lingkungan. Kenyataan ini memunculkan
pertanyaan-pertanyaan yang mendasar tentang etika:
a. Norma-norma etika (dan agama) yang
seperti apakah yang harus kita patuhi dalam penelitian di bidang bioteknologi,
fisika nuklir dan zarah keunsuran, serta astronomi dan astrofisika?
b. Dalam penelitian
kedokteran dan genetika, apakah arti kehidupan?
c. Dalam penelitian
dampak teknologi terhadap lingkungan, bagaimana seharusnya hubungan manusia
dengan alam, baik yang nirnyawa(the inanimate world) maupun yang
bernyawa.
d. Apakah masyarakat
yang baik itu, dan dapatkah dikembangkan pengertian yang universal tentang
kebaikan bersama yang melampaui individualisme, nasionalisme, dan bahkan
antroposentrisme?
Dalam bioteknologi (termasuk rekayasa genetika) dan
kedokteran, pertanyaan tentang arti, mulai dan berakhirnya kehidupan sangat
penad (relevant). Apakah orang yang berada dalam keadaan koma dan fungsi
faal serta metabolismenya harus dipertahankan dengan alat-alat kedokteran
elektronik dalam jangka panjang yang tidak tertentu masih mempunyai kehidupan
yang berarti ? Tak bolehkah ia minta (misalnya sebelum terlelap dalam keadaan
seperti itu), atau diberi, euthanasia berdasarkan informed consent
dari keluarganya yang paling dekat? Ini mengacu ke arti dan berakhirnya
kehidupan. Mulainya kehidupan, penting untuk diketahui atau ditetapkan (dengan
pertimbangan ilmu dan agama) untuk menentukan etis dan tidaknya menstrual
regulation (“MR”) dan aborsi, terutama dalam hal indikasi medis dari risiko
bagi ovum yang telah dibuahi dan terlebih-lebih lagi bagi ibunya, kurang
meyakinkan.
Bioteknologi/rekayasa genetika mungkin hanya boleh
dianggap etis jika tingkat kegagalannya yang mematikan embrio relative rendah
dan – bila menyangkut manusia – hanya mengarah ke eugenika negatif.
Tanaman dan organisme harus disikapi dengan hati-hati, baik dari segi perkembangan
jangka panjangnya yang secara antropo sentries mungkin membahayakan kehidupan
kita, maupun dari segi pengaturannya dalam tata hukum dan ekonomi internasional
yang biasanya lebih menguntungkan negara-negara maju. Etiskah untuk mematenkan
organisme dan tanaman yang telah diubah secara genetic (genetically modified)?
Adilkah itu dan apakah itu tidak mengancam kelestarian plasma nutfah? Keadilan
yang dimaksudkan di sini adalah keadilan agihan (distributive justice).
Pengagihannya bukan hanya secara spatial, tetapi juga secara temporal. Dimensi
spatiotemporal dari keadilan distributive ini tersirat dalam pengertian
tentang “pembangunan yang terlanjutkan” (sustainable development)
menurut Gro Harlem Brundtland.
IPTEK dalam kehidupan manusia memanglah telah mebawa
perubahan yang sangat besar. Karenanya kini semua dapat terfasilitasi dengan
lebih mudah dan modern. Namun walau pengaplikasiannya mendatangkan kemajuan
bagi kehidupan masyarakat tetap saja harus memperhatikan segala entitas yang
ada dalm lingkungan diluarnya. Pengaplikasian IPTEK harus sesuai dengan aturan
yang ada dan memperhatikan segala dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi
manusia sebagai pengaplikasinya ataupun dengan lingkungan sebagai area
pengaplikasianya. Semua harus berjalan dengan seimbang. Kemajuan IPTEK harus
tetap diimbangi dengan pemeliharaan keseimbangan dan kelestarian lingkungan.
Jangan sampai kemajuan yang dihasilkan mengakibatkan keburukan bagi lingkungan.
Sesungguhnya pengembangan IPTEK yang menghasilkan kemajuan jika dibarengi
dengan pemanfaatannya bagi peningkatan kelestarian dan pemeliharaan lingkungan
akan lebih membawa kemaslahatan bagi kemajuan kehidupan bangsa sehingga
pembangunan yang terencana pun dapat terealisasi dengan lebih baik dan
sempurna.
Bila dikaji dari aspek substansi
pengembangan kemampuan Iptekpun telah menunjukkan berbagai perkembangan yang
berarti dalam upaya peningkatan kesejahteraan
dan taraf hidup rakyat, antara lain:
Pertama kegiatan pengembangan iptek
di bidang kebutuhan dasar manusia yang
meliputi bidang kesehatan, pertanian, pangan dan gizi, permukiman dan
perumahan, serta pendidikan telah memberikan sumbangan besar bagi tercapainya
swasembada beras, perbaikan gizi masyarakat, peningkatan derajat kesehatan
masyarakat, serta peningkatan kecerdasan kehidupan masyarakat.
Kegiatan iptek di bidang pertanian
telah berhasil melepas 98 varietas unggul padi, yang meliputi 70 varietas
unggul padi sawah, 9 varietas padi pasang surut, dan 19 varietas padi gogo,
serta 79 varietas unggul palawija. Kegiatan iptek di bidang tanaman horti
kultura telah menghasilkan 17 varietas unggul. Kegiatan penelitian di bidang
kesehatan dan gizi dalam rangka penanggulangan kebutaan terhadap anak-anak
karena kekurangan vitamin A, berhasil digunakan sebagai contoh untuk diterapkan
pada negara berkembang lainnya.
Kedua kegiatan pengembangan iptek
dalam sumber daya alam dan energi menghasilkan data dan informasi yang
bermanfaat untuk pelestarian fungsi dan kemampuan lingkungan hidup dan sumber
daya alam. Melalui kegiatan survei dan pemetaan telah dihasilkan 2.546 peta
dasar rupa bumi, 973 peta dasar radar, dan 380 peta toto dalam berbagai skala.
Dalam upaya mengendalikan pencemaran lingkungan, telah dikembangkan lasilitas
pengolahan limbah, penguasaan teknologi bersih lingkungan, dan pengembangan
proses daur ulang. Dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati, telah
ditangkarkan beberapa fauna langka, inventarisasi hutan dengan menggunakan
citra satelit ataupun foto udara, dan peningkatan koleksi tanaman di kebun
raya.
Ketiga, kegiatan pengembangan iptek
di bidang industri, khususnya industri pesawat terbang, melalui alih teknologi
telah mencapai tahap integrasi teknologi
dan sedang menuju ke tahap berikutnya dari transformasi teknologi, yaitu
pengembangan teknologi baru untuk menghasilkan produk baru. Hal itu ditunjukkan
dengan kemampuan mengembangkan dan memproduksi pesawat CN 235, dan sedang
dirancangnya pesawat terbang N 250 yang merupakan upaya mencapai tahap
transformasi teknologi ketiga.
Untuk industri
maritim dan perkapalan telah mampu mendesain kapal ikan Mina Jaya 15, 20, 30
DWT yang sesuai dengan kondisi perairan Indonesia, kapal Maruta Jaya 2.050 DWT,
Caraka Jaya 1.000-3.600 DWT. Dalam bidang industri transportasi darat, industri
kereta api, telah diekspor 150 gerbong kereta api, menguji komponen prototipe
kereta rel listrik, girder jalan layang Sosro Bahu, dan bantalan rel yang
terbuat dari beton.
Keempat industri telekomunikasi dan
elektronika telah mampu memproduksi komponen transistor frekuensi tinggi untuk
penguat daya transistor dan komponen semikonduktor untuk keperluan avionik,
pemancar radio dan televisi untuk daerah terpencil, serta dikembangkannya
komunikasi telepon yang menggunakan frequency division multiplexing (FDM).
Sebagian dari produk tersebut di atas telah pula diekspor. Selain itu, telah
berhasil diproduksi perangkat stasiun bumi kecil, stasiun pemancar televisi
serta penerapan metode elemen hingga (MEH) dalam bentuk perangkat lunak. Adapun
di bidang penerapan sistem kontrol otomatik telah dihasilkan beberapa prototipe
robot untuk keperluan industri.
Kelima dalam industri energi telah
berhasil dibuat desain turbin uap batu bara untuk pembangkit listrik dengan
kekuatan 50 kilowatt, model pemanfaatan energi matahari untuk pembangkit tenaga
listrik, penggerak pompa irigasi, dan pengolah air laut menjadi air tawar. Di
samping itu, juga berhasil dikembangkan pemanfaatan batu bara sebagai kokas dan
sebagai karbon aktif. Selain itu, telah berhasil diterapkan hasil studi
mengenai Enhanced Oil Recovery (EOR) di beberapa ladang minyak. Juga berhasil
ditingkatkan keandalan saluran interkoneksi dan dikembangkan pembuatan briket
gambut untuk keramik.
Dalam rangka meningkatkan kemampuan
di bidang pertahanan keamanan negara, telah dilakukan berbagai pengkajian,
penelitian, dan pengembangan yang bertujuan meningkatkan keandalan dan
efisiensi pengoperasian dan pemeliharaan peralatan utama sistem senjata ABRI.
Kerja sama antara lembaga penelitian dan pengembangan hankam dengan lembaga
penelitian pemerintah, perguruan tinggi dan industri strategis telah dirintis
dalam rangka perumusan persyaratan teknis/operasional sistem senjata,
pengembangan beberapa peralatan/sistem senjata, serta penerapan beberapa jenis
teknologi, seperti teknologi inderaja, teknologi material, dan teknologi
perangkat lunak.
Pengembangan kemampuan iptek di
bidang sosial budaya, falsafah, ekonomi, hukum, dan perundang-undangan yang dilakukan oleh lembaga
penelitian pemerintah, masyarakat, dan swasta telah melahirkan pemikiran baru
dan membuka cakrawala baru di bidang sosial budaya dan dalam pelaksanaan
manajemen pembangunan. Pemikiran dan perubahan baru di berbagai bidang itu juga
merupakan perpaduan dari hasil penelitian dan pendidikan. Berbagai hasil
penelitian dan karya tulis yang mendorong cara pikir dan cara pandang iptek itu
telah mendorong masyarakat memiliki perhatian saksama dalam memanfaatkan,
mengembangkan, dan menguasai iptek.
Kemajuan IPTEK sangat berperan dalam
peningkatan mutu bangsa dalam berbagai bidanga baik bidak ekonomi, social,
pertahanan keamanan dan sebagainya.
Ekonomi adalah kebutuhan manusia,
maka sipa yang dapat menguasai perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan.
Pada saat mata pencaharian utama manusia masih menyangkut soal tanah, kaum
feodallah yang memegang kekuasaan. Sedangkan ketika industri memegang peranan
penting dalam ekonomi maka kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam
penyediaan segala kebutuhan manusia. Sekarang kaum kapitalis industrialis telah
banyak mengembangkan usahanya hingga melampaui batas negaranya yang disebut
Multi National Corporation ( MNC ). Kadang – kadang perusahaan perusahaan
multinasional ini di negara – negara berkembang ikut serta menentukan politik
pemerintahan. Perusahaan besar semacam itu tidak mungkin berkembang tanpa
dukungan teknologi
Walaupun sebagian penduduk dunia
masih hidup di bawah garis kemiskinan namun sebagian besar sudah dapat
merasakan manfaat dipergunakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya
dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang relative lebih murah. Cara
pembayarannya pun dapat dilakukan dengan tunai atau kredit.
Dengan berkembangnya industri dan
kegiatan ekonomi, maka memungkinkan
orang hidup dalam lapangan pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari
angka – angka yang menunjukan bahwa pekerja di pabrik atau perusahaan terus
meningkat sedangkan bekerja di sector pertanian makin menurun.
Nilai social juga berubah. Pada masa
lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri dinilai lebih tinggi status
sosialnya dibandingkan para pedagang atau pengusaha. Sekarang menjadi
pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga professional yang mempunyai nilai status yang
tinggi.
Makin berkembangnya teknologi menyebabkan industri
memproduksi barang secara missal juga meningkat. Tetapi sering kali juga
dimanfaatkan untuk kepentingan yang negatif seperti peniruan atau pemalsusan
merek dagang dan sebagainnya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan
peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai
etisnya dan mudah melakukan tindakan yang tercela dan melanggar hukum.
Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu
idea tau gagasan, tingkah laku atau tindakan dan benda atau barang yang dihasilkan
oleh manusia. Jadi budaya mempunyai pengertian yang luas.
Seperti telah diuraikan di atas,
teknologi dan industri mempunyai dampak positif dan negatif. Karena itu hendaknya
teknologi secara efektif mampu memerangi kemiskinan, keterbelakangan dan
menjamin kemajuan bagi bangsa
manusia. Manusia juga perlu sadar bahwa orang menciptakan sesuatu bukan untuk
menghancurkan, melainkan untuk kesejahteraan umat.
Implementasi dalam pelaksanaan pertahanan negara tidak
terlepas dari aspek ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Kemajuan teknologi
tetap merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi pertahanan negara. Untuk
mencapai kemajuan tersebut perlu adanya suatu pemantauan secara berkelanjutan
terhadap perkembangan teknologi pertahanan dari seluruh dunia dan meningkatkan
kemampuan teknologi pertahanan sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang ada. Salah
satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah adanya tuntutan untuk selalu
meningkatkan bargaining power di segala bidang dalam era globalisasi ini karena
negara-negara yang tidak menguasai atau bahkan tidak menerapkan kemajuan
teknologi, akan tertindas dan terdikte oleh negara lain yang lebih menguasai
teknologi. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dalam teknologi
pertahanan maka diperlukan suatu penanganan yang serius terhadap kemajuan
teknologi tersebut dan dihadapkan pada keberagaman teknologi yang telah
berkembang, diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat expert dan
profesional di bidang Iptek sehingga dapat meningkatkan kinerja sesuai
kepentingan pertahanan saat ini dan yang akan datang
Pertahanan negara pada hakekatnya merupakan upaya untuk
mengatasi ancaman yang berasal dari dalam maupun luar negeri, dengan kata lain
yakni untuk melindungi kepentingan nasional dan mendukung pencapaian
pembangunan nasional. Ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung
kepentingan pertahanan negara diartikan sebagai penerapan berbagai disiplin
ilmu pengetahuan untuk menghasilkan produk teknologi yang berupa barang atau
alat peralatan untuk mendukung kemampuan dan penyiapan kekuatan pertahanan
negara.
Dilihat dari perspektif pembangunan nasional yang
mensyaratkan adanya keseimbangan yang harmonis antara aspek security dan
prosperity nasional, maka dukungan Iptek dalam upaya pertahanan negara mutlak
diperluaskan, dapat diartikan bahwa Iptek merupakan faktor pengganda kekuatan
(force multiplier) kaitannya dengan peningkatan aspek-aspek antara lain
efektifitas sista, mobilitas dan sebagainya. Walau sampai saat ini belum sampai
pada tahap pembuatan sista secara mandiri, namun dalam rangka mewujudkan
kesiapan operasional sista yang dimiliki memerlukan penguasaan Iptek. Secara
makro dapat dikemukakan bahwa peran Iptek yang menonjol dalam pembangunan
pertahanan nasional antara lain adalah dapat memacu terwujudnya kemampuan dalam
memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan secara mandiri, khususnya dukungan
tersedianya alat peralatan pertahanan secara berkesinambungan suku cadang dan
pemeliharaan.
Teknologi Pertahanan Negara Maju
Beberapa negara maju telah mengelompokkan atau merumuskan
teknologi yang terkait untuk kepentingan pertahanan diantaranya adalah United
State. Departemen Pertahanan Amerika mengelompokan teknologi yang terkait
dengan pertahanan (Military Critical Technologies) sebagai berikut :
a. Aeronautics
systems technology, meliputi : Aircraft, fixed wing; Gas turbine engines; Human
(crew) system interfaces. Teknologi
yang mendukung adalah : Manufacturing & fabrication; Electronic systems;
Information systems; Sensors & lasers; Power systems; Materials; Missiles.
Negara yang menguasai teknologi tersebut adalah US, United Kingdom, Germany dan
France.
b. Armaments and Energetic Materials Technology,
meliputi : Ammunition, small and medium caliber; Boms, warheads, and large
caliber projectiles; Energetic materials; safing, arming, fuzing, and firing;
Gun and artillery systems; Mines, countermines, and demolition systems.
Teknologi yang mendukung adalah : Manufacturing fabrication; Guidance,
navigation & vehicle control; Information Systems; Sensors & lasers;
Materials. Negara yang menguasai teknologi tersebut adalah US, United Kingdom,
Russia, Germany, danFrance, diikuti oleh Sweden dan China.
c. Chemical and Biological Systems
Technology, meliputi : Chemical and biological defense systems; Detection,
warning, and identification. Teknologi yang mendukung adalah : Biotectology;
Manufacturing; information systems; Sensors. Negara yang menguasai teknologi
tersebut adalah US, United Kingdom, Russia, Sweden, Japan, Israel, Germany,
France, Canada, diikuti oleh Switzerland, Czech republic, Netherland, dan
China.
Dari referensi diatas, dapat kita
ambil sebagai bahan komparatif untuk penerapan teknologi pertahanan di negara
Indonesia. Namun perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi,
kebutuhan, dan kemampuan Indonesia saat
ini dan yang akan datang serta strategi pertahanan yang akan diimplementasikan.
Untuk merumuskan dan menentukan teknologi pertahanan juga sangat terkait dengan
filosofi dan visi negara kita bagaimana. Seperti Amerika yang mempunyai visi negaranya
sebagai “Polisi dunia”, Singapura visinya “mempertahanankan kekuatan di udara”,
maka strategi negaranya juga sangat berbeda dengan negara-negara lainnya. Hal
ini sangat berpengaruh terhadap penentuan teknologi apa yang akan berperan
dibutuhkan untuk pertahanan negaranya.
SDM (Human Resource) adalah bagian
dari manusia yang memiliki potensi untuk
dikembangkan sebagai sumber daya. Sedangkan tenaga ahli (expert) adalah bagian
dari tenaga kerja yang sudah lebih ditingkatkan lagi ketrampilan dan kemahirannya
dalam bidang pekerjaan masing-masing. SDM profesional dan expert untuk
kepentingan pertahanan ini dipersiapkan sejak dini secara terus menerus untuk
menjamin keberlanjutannya kebutuhan pertahanan negara utamanya menjamin
keutuhan wilayah kedaulatan NKRI.
Untuk menentukan kemampuan apa yang
dibutuhkan oleh SDM yang profesional di bidang Iptek dirumuskan dengan mengacu
pada upaya pertahanan negara dan Iptek pertahanan. Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi yang terkait dengan pertahanan sesuai analisis dengan merefer uraian
teknologi diatas secara garis besarnya berfokus pada teknologi : Manufacturing
& fabrication; Information systems; Electronic systems; Materials; Sensors
& lasers; Guidance, navigation & vehicle control; Biotechnology; Power systems;
Instrumentation; Propulsion systems, Vetronics, Aeronautics, Chemical &
biological systems, Signature reduction, Computer dan simulation. Ilmu
pengetahuan tersebut diatas perlu dikembangkan dari mulai pendidikan setaraf
Sekolah Menengah Atas, sampai dengan perguruan tinggi maupun sekolah tinggi
kejuruan. Untuk menghasilkan SDM yang expert tidak bisa dilakukan dalam waktu
yang singkat, perlu pelatihan dan penempatan pekerjaan sesuai dengan disiplin
ilmu tersebut agar pengkaderan dan profesionalisme dapat dikembangkan. Di
Indonesia nampaknya hal demikian belum teraktualisasikan dengan baik, masih
perlu “good will” dari para pucuk pimpinan dalam menempatkan SDM yang sesuai
bidangnya.
Sistem keamanan yang didukung oleh
penguasaan iptek yang memadai dapat meningkatkan
daya tangkal secara efektif untuk mempertahankan bangsa dan negara dari
berbagai ancaman keamanan baik yang bersifat tradisional maupun non
tradisional.
Masalah Teknologi Maju di Negara Berkembang
Pada era pembangunan sekarang ini, masyarakat Indonesia sudah
terlibat dalam sentuhan teknologi maju, dan bahkan telah sampai ke desa – desa.
Teknologi maju membawa juga semacam gaya hidup yang senang dan mewah.
Makin majunya teknologi tersebut makin melahirkan sifat
yang menyenangkan dan mewah, dan juga seringkali makin mahal. Karena memang
sudah mendorong lahirnya pola hidup mewah di kalangan berada terutama di kota –
kota besar.
Persentuhan masyarakat Indonesia dengan kemajuan
teknologi nampaknya menciptakan hasil yang bersegi dua. Di satu pihak membawa
gaya hidup yang serba menyenangkan. Tetapi di lain pihak membawa juga problem
social yang gawat yaitu mempertajam jurang pemisah antara lapisan kaya dan
lapisan miskin di kalangan masyarakat, serta seringkali juga mempermudah
terjadinya benacan – bencana bagi kehidupan manusia itu sendiri. Penggunaan
teknologi maju di sector modern di negara berkembang seperti Indonesia kadang –
kadang tidak dapat dihindarkan jika memang lebih efisien daripada teknologi
lainnya. Namun dalam menentukan teknologi yang akan digunakan sangat diperlukan
pendekatan selektif yang ,menghindarkan penggunaan teknologi maju secara luas
tanpa pertimbangan mengenai keuntungan atau manfaat bagi masyarakat.
Perlu diketahui bahwa teknologi maju dikembangkan sesuai
dengan keadaan dan lingkungan khas di negara – negara maju, yang dalam hal
tersebut amat berbeda dengan keadaan dan lingkungan negara berkembang, namun
kurang diketahui perbedaan apa yang menyebabkan kesulutan dalam pengalihan
teknologi maju di negara – negara berkembang.
a. Dalam bidang
organisasi, perbedaan utama antara negara – negara maju dan negara – negara
berkembang adalah skala produksi dari unit produksi di negara erkembang. Skala
produksi yang besar sering diperlukan dalam penggunaan teknologi maju dan
menghasilkan “ Economic of Scal “, yaitu penurunan dalam biaya satuan makin
besar skal produksi. Lagipula, unit produksi yang besar itu memerlukan teknik
pengolahan yang maju pada umumnya langka skala di negara berkembang.
b. Dalam bidang
teknik, penggunaan teknologi maju oleh negara-negara berkembang memerlukan
masukan barang – barang dan jasa – jasa yang perlu diimport dari negara maju,
karena tidak tersedia atau belum dapat dihasilkan oleh negara berkembang.
c. Dalam bidang
ekonomi, penggunaan teknologi maju di negara berkembang teritama mempengaruhi
kesempatan kerja yang tersedia. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan pokok
antara negara maju dan negara berkembang, yaitu tingkat pendapatan per kapita
yang rendah di negara berkembang yang menyebabkan perlu tingkat tabungan per
kapita yang rendah di negara berkemabang.
Karena sumber pembiayaan invesatasi adalah tabungan, maka
dengan sendirinya tabungan per kapita yang rendah akan berarti tingkat biaya
per kapita yang rendah yang tersedia sebagai invesatasi. Kesulitan yang timbul
dalam pengalihan teknologi maju ke negara berkembang di sebabkan oleh karena
teknologi maju tersebut dikembangkan di negara maju yang mampu untuk menunjang
tingkat invesatasi per kapita yang tinggi.
Teknologi ini umumnya dicirikan oleh perbandingan modal
tenaga kerja yang tinggi. Oleh karena itu jika teknologi maju digunakan juga di
negara berkembang, maka hal tersebut akan berarti persediaan tabungan yang
relative terbatas jumlahnya akan terpaksa dipusatkan pada kelompok kerja yang
menggunakan teknologi maju. Tetapi dengan demikian tidak akan tersedia cukup
dana tabungan lagi untuk mempekerjakan seluruh tenaga kerja di sector lain yang
tidak memerlukan teknologi maju. Dengan demikian maka penggunaan teknologi maju
yang kurang selektis dapat mempersulit penanggulangan masalah pengangguran dan
setengah pengangguran yang umum terdapat di negara berkembang, termasuk
Indonesia. Suatu konsekuensi lain dari pengalihan teknologi maju ke negara
berkembang yang belum mempunyai kemampuan sendiri untuk mengembangkan teknologi
yang tepat guna dengan lingkungan dan kebutuhan negara tersebut adalah
ketergantungan teknologi pada negara maju. Hal tersebut disebabkan oleh karena
negara maju memang dapat menjual teknologi maju kepada negara berkembang, namun
bukan pengetahuannya atau kemampuan untuk mengembangkan teknologi tersebut.
Tetapi karena teknologi di negara maju berkembang terus, maka ketergantungan
teknologi negara berkembang menjadi semakin besar, oleh karena negara
berkembang dapat membeli teknologi maju dari negara maju, tetapi tidak dapat
membeli pengetahuan yang diperlukan untuk menghasilkan teknologi maju tersebut.
IPTEK memegang peranan penting bagi
negara-negara berkembang dalam proses peningkatan standar hidup, kesejahteraan,
dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara
berkembang menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang.
Perubahan penggunaan lahan melalui penggundulan hutan dan perubahan lahan
pertanian akibat aktivitas sosio-ekonomi di daerah tangkapan air di hulu, telah
menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan lingkungan dan infrastruktur akibat
bencana yang ditimbulkannya. Kerusakan lingkungan di daerah tangkapan air,
menyebabkan kelangkaan air bersih di berbagai negara, selain bencana banjir
ketika musim penghujan
Lingkungan
hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup
(termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya) yang mempengaruhi peri-kehidupan
dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Oleh karena itu
kelestarian dan keseimbangan alam perlu dipertahankan agar senantiasa
memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia ke taraf hidup yang lebih baik.
Namun yang terjadi kini malah
sebaliknya, Dominasi manusia terhadap lingkungan seringkali berdampak buruk. Pembangunan dan
penguasaan iptek dalam mengeksplorasi alam untuk peningkatan ekonomi seringkali
melampaui batas dan sering kali mengabaikan kondisi lingkungan itu sendiri.
Padahal kemampuan sumber daya dan kemampuan alam untuk mengeliminasi Zat
pencemar adalah terbatas. Apalagi saat ini, krisis yang melanda negeri ini
menyebabkan kehidupan lebih memburuk.
Belum optimalnya peran iptek dalam
mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup. Kemajuan iptek berakibat pula pada
munculnya permasalahan lingkungan. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh
belum berkembangnya sistem manajemen dan teknologi
pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sistem tersebut akan mendorong
pengembangan dan pemanfaatan iptek yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan dan
mempertimbangkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.
Sektor lingkungan hidup merupakan
isu penting di dunia saat ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus
senantiasa mempertimbangkan usur lingkungan hidup. Artinya, pemanfaatannya
harus sejauh mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan
tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara Lingkungtan Hidup
yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat ini.
Tuntutan terhadap pengembangan Ilmu
Pengetahuan dan teknologi (IPTEK) saat ini semakin mengemuka. IPTEK dituntut
mampu mencari berbagai alternative pemecahan masalah yang ada ditengah-tengah
masyarakat dengan mengembangkan perilaku kritis,
obyektif, dan rasional sehingga bisa mengetahui kebutuhan riil yang dirasakan
oleh masyarakat secara langsung.
IPTEK bukanlah suatu system
tersendiri yang hanya berada diruang penelitian dan laboratorium dalam sebuah
menara gading yang terpisah dari masyarakat sekitarnya. Pada akhirnya, IPTEK
harus mampu menjadi suluh penerang dan pedoman bagi seluruh warga masyarakat
untuk bisa membawanya ke Indonesia yang gemilang. Dengan
memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan
penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
Peran iptek dalam membangun
peradaban suatu bangsa telah lama diakui secara universal, pengalaman berbagai
negara menunjukkan secara jelas bahwa iptek menduduki peran sentral bagi pertumbuhan dan bagi
memperkokoh daya saing utama pada arena persaingan global.
Perubahan ke empat pasal 31 ayat 5
uud 1945, yang berbunyi “pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan
peradaban serta kesejahteraan umat manusia”, perlu kita jabarkan dan terapkan
dalam program pembangunan bangsa.
Tugas yang mulia ini tentunya bukan
hanya tugas pemerintah saja tetapi merupakan tugas kita bersama melihat betapa
pentingnya peran iptek dalam mewujudkan peradaban dan kesejahteraan bangsa,
maka sudah selayaknya pengembangan dan pemanfaatannya dilakukan secara
nasional, dalam arti merata di seluruh daerah. Salah satu modal dasar bagi
pengembangan dan pemanfaatan iptek di tingkat daerah adalah regulasi kewenangan
yang lebih bersifat otonomis. Sejak diberlakukannya uu no. 22 tahun 1999
tentang pemerintahan daerah yang memberikan otonomi lebih luas kepada daerah
untuk mengurus dirinya sendiri. Serta diberlakukannya undang-undang nomor 18
tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka inisiatif daerah untuk mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi seharusnya juga semakin tinggi. Kedua undang-undang
tersebut merupakan tuntunan bagi kita semua baik yang di pusat maupun di daerah
dalam melaksanakan pembangunan nasional dibidang iptek kedua undang-undang
tersebut juga mengamanatkan kepada kita agar kita mampu menumbuhkembangkan
jaringan sistem, penelitian, pengembangan dan penerapan iptek mulai dari
tingkat nasional sampai daerah.
Sebagai contoh Peran IPTEK untuk meningkatkan
kesejahteraan adalah sebagai berikut :
a. Penyediaan pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang
pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di
bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan
varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan
pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalkan
saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan
penyakit dalam tubuh manusia.
b. Penyediaan Sandang
• Pada awalnya bahan sandang
dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain
• Perkembangan teknologi matrial
polimer menghasilkan berbagai serat sintetis sebagai bahan sandang seperti
rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya
• Kulit sintetik juga dapat dibuat
dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
• Teknologi pewarnaan juga
berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
c. Penyediaan Papan
• Teknologi papan bersangkut paut
dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota
satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan
penduduk
• Awalnya bahan pokok untuk papan
adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi
kekurangan kayu
• Untuk mengatasi kekurangan akan
lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru,
bahkan tidak menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
d.
Peningkatan Kesehatan
• Perkembangan Ilmu
Kedokteran seperti : ilmu bedah dan lain-lain
• Penemuan alat-alat
kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
• Penemuan obat-obatan
seperti anti biotik, vaksin dan lain-lain
• Penemuan radio aktif
untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
• Penelitian tentang
kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
e. Penyediaan Energi
• Kebutuhan akan energi
• Sumber-sumber energi
• Sumber energi
konvensional tak dapat diperbaharui
• Sumber energi
pengganti yang tak habis pakai
• Konversi energi dari
satu bentuk kebentuk yang lain.
Perbedaan utama antara negara maju
dan negara berkembang adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan
yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju karna
didukung oleh sistem informasi
yang mapan. Sebaliknya, sistem informasi yang lemah di negara-negara berkembang
mengakibatkan keterbelakangan dalam penguasaan, ilmu pengetahuan, dan
teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju atau tidaknya suatu negara sangat di
tentukan oleh penguasaan teirhadap informasi, karena informasi merupakan modal
utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan.teknologi yang menjadi senjata
pokok untuk membangun negara. Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap
eksis dalam persaingan global, maka negara tersebut harus menguasai informasi.
Di era globalisasi dan informasi ini
penguasaan terhadap informasi tidak cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan
kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang
telah usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat
cepat mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain,
informasi lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.
Masukan (input) dan kontribusi
langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua
dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan
meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas
utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah
meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan
pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk
meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka
dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.
Kehidupan kita sekarang perlahan
lahan mulai berubah dari dulunya era industri berubah menjadi era informasi di
balik pengaruh majunya era globalisasi dan informatika menjadikan computer,
internet dan pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama
yang harus ada atau tidak boleh kekurangan dikehidupan kita. Aktifitas network
globalisasi ekonomi yang disebabkan oleh kemajuan dari teknologi informasi
bukan hanya mengubah pola produktivitas ekonomi tetapi juga meningkatkan
tingkat produktivitas;dan
pada saat bersamaan juga menyebabkan perubahan structural dalam kehidupan
politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan juga konsep waktu dalam
dalam berbagai lapisan masyarakat.
Dalam globalisasi ekonomi,
perekonomian dunia tidak akan lagi mengenal batas-batas negara dan bahkan
peranan negara diramalkan akan semakin berkurang. Arus globalisasi ekonomi dipercepat oleh kemajuan
teknologi yang makin pesat khususnya di bidang transportasi, telekomunikasi dan
informasi yang memungkan arus orang, barang, jasa, dan informasi bergerak
dengan lebih cepat, dalam jumlah yang semakin besar, dengan kualitas yang
semakin baik, dan dengan biaya yang semakin murah. Persaingan antar bangsa
dalam memproduksi barang dan jasa akan semakin kuat dan ketat. Kemajuan teknologi
itu pulalah yang akan makin mempercepat proses globalisasi di berbagai bidang
kehidupan manusia. Dengan demikian, maka penguasaan iptek dari suatu bangsa
yang akan menentukan keberhasilan bangsa itu menghadapi globalisasi dalam
bidang ekonomi dan bidang kehidupan lainnya.
C. DAMPAK NEGATIF ATAS PENYALAHGUNAAN IPTEK
Kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi di satu sisi dapat membantu atau mempermudah kinerja manusia dalam
menjalankan usaha atau kreativitas dan aktivitas, akan tetapi disisi lain dengan
kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menghancurkan
moral atau akhlak manusia, karena manusia tidak bisa mengambil nilai manfaat
dari teknologi yang digunakan atau manusia menyalahgunakan ilmu pengetahuan dan
teknologi itu untuk kepentingan ”hasrat” sesaat. Hasrat sesaat yang penulis
maksud disini ialah menyalurkan kepentingan-kepentingan yang dapat atau bisa
merusak atau merugikan diri sendiri dan orang lain. Kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi ini berkembang sesuai dengan tuntutan jaman. Tidak
terasa jaman telah berganti dan sekarang manusia berada pada jaman era
globalisasi, pusat-pusat informatika begitu mudah didapat, persaingan begitu
ketat baik dibidang usaha atau pekerjaan maupun dibidang pendidikan. Proses
globalisasi di satu sisi membuka peluang besar untuk perkembangan manusia,
disisi lain membuka ketakutan-ketakutan dan ketidaksiapan manusia untuk
menunjukkan skill yang dimiliki, sehingga manusia yang tidak siap menghadapi
datangnya globalisasi menyatakan bahwa globalisasi sebagai sistem yang tidak
manusiawi.
Sebagai sistem pengetahuan, sains harus dibedakan dari
cara berpikir yang berdasarkan ilmu pengetahuan yang saya sebut “sainsisme.”
Paham ini mengandaikan bahwa sains merupakan satu-satunya norma dalam hidup,
bahwa tidak ada sumber pengetahuan lain selain sains. Sainsisme juga
mengandaikan bahwa semua persoalan dalam hidup dapat dipecahkan oleh sains dan
teknologi. Sebagai contoh, ada orang berpendapat bahwa eksploitasi terhadap
orang miskin dibenarkan berdasarkan pengamatan bahwa pada hakekatnya binatang
berkembang melalui (prinsip) survival of the fittest (yang kuat yang menang). Ini disebut
“teori evolusi sosial” dan jelas berbeda dengan teori ilmiah evolusi. Saya ingin
menekankan bahwa sainsisme itu bukan merupakan konsekuensi sains. Seperti sudah
saya jabarkan, para saintis dewasa ini sadar dengan baik akan keterbatasan
sains itu sendiri.
Perkembangan teknologi dan penelitian ilmiah merupakan
kegiatan manusia dan mempunyai dimensi moral dan etika. Kita harus menghindari
sainsisme yang menjadikan sains sebagai norma absolut kehidupan dan orang
diijinkan untuk melakukan apa saja yang mungkin dalam sains dan teknologi.
Manusia memiliki dua peranan yang harus dilakoni dalam
kehidupan ini, yaitu manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai
makhluk sosial. Sebagai seorang individu manusia memiliki sifat egois, ambisius
dan tidak pernah puas. Sedangkan dalam peranannya sebagai makhluk sosial mereka
dituntut untuk bisa berbagi dan saling tolong menolong.
Dari kedua sifat yang saling bertolak belakang itulah
muncul teknologi. Singkat kata teknologi juga memiliki dua sifat yang berbeda,
yaitu positif dan negatif. Kedua dampak tersebut pasti berjalan beriringan
seiring dengan teknologi yang dihasilkan manusia. Karena akhir – akhir ini
banyak yang lebih mementingkan individualisme daripada sosial kemasyarakat,
maka teknologi yang dihasilkanpun cenderung kepada sifat yang negatif. Banyak
kerugian yang ditimbulkan daripada keuntungannya. Sebagai contoh penerapan teknologi
nuklir yang diselewengkan menjadi senjata pemusnah masal dan pengerukan sumber
daya alam secara berlebihan yang berdampak pada hilangnya keseimbangan
ekosistem di bumi. Kedua contoh tersebut merupakan dampak negatif yang muncul
akibat sifat egois, ambisius dan tidak pernah puasnya manusia dalam
kehidupannya.
Dari kenyataan yang ada, kecuali dampak positif, kemajuan
sains dan teknologi juga memberikan dampak negative bagi hidup manusia. Di sini
disebutkan beberapa dampak negatif yang telah muncul antara lain dalam bidang
(1) informatika, (2) persenjataan, (3) biologi, (4) medis, dan (5) lingkungan
hidup.
Informatika. Kemajuan
teknologi komputer dan informasi, faktanya juga membuat dunia kejahatan makin
canggih. Praktek-praktek pencurian melalui jaringan computer dan internet,
seperti pembobolan bank, penipuan transaksi dagang via internet, bahkan
pembocoran rahasia sebuah institusi atau negara, juga makin sering terjadi.
Kemajuan teknologi komputer dan informasi ini, juga
memungkinkan seseorang bisa dirusak kehidupan pribadinya dengan cara
penyebarluasan informasi yang tidak benar dan gambar yang direkayasa
menggunakan computer dan disebarkan melalui internet. Di beberapa tempat,
adanya internet ternyata juga punya dampak negatif bagi banyak orang muda yang
dengan mudah mengakses situs pornografi dan informasi yang provokatif dan
menghasut dari kelompok-kelompok tertentu. Dan yang terburuk, terbukanya keran
informasi akibat majunya teknologi komputer dan informasi ini, membuat mereka
yang tak siap menjadi bingung menyikapinya.
Persenjataan. Persenjataan
yang canggih juga memiliki dampak negatif. Akibat yang ditimbulkan senjata
modern dan canggih, bisa lebih menimbulakn kerusakan dan kerugian yang lebih
besar atau korban yang jauh lebih banyak jumlahnya ketimbang senjata
konvensional, juga karena dengan itu korban yang dibunuh dapat lebih banyak
daripada perang tradisional. Senjata modern dan canggih juga bisa membuat
beberapa negara merasa sangat kuat dan ingin menguasai atau memaksakan kehendak
pada negara lain. Senjata modern dengan efek penghancur yang dahsyat, seperti
senjata dengan uranium dan nuklir, bisa memicu persaingan dan pada tingkat
tertentu juga bisa menyulut pecahnya perang. Dewasa ini bahkan banyak riset
yang dilakukan untuk menciptakan senjata modern dan canggih dengan daya
penghancur luar biasa. Para ahli yang melakukan riset penciptaan senjata itu,
tentu juga berpikir untuk menguji senjata hasil buatan mereka. Ini jelas bisa
menjadi ancaman. Dalam situasi normal dan tenang, mereka memang akan melakukan
pengujian di darah aman dan tanpa penghuni. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa
mereka tak pernah berkeinginan untuk menguji senjata mereka dalam kondisi
sebenarnya, yakni menjadi mesin perang untuk menghancurkan suatu Negara yang
dihuni jutaan manusia.
Sebenarnya kita dapat bertanya, mengapa mereka membuat
persenjataan yang makin canggih? Mengapa tidak membuat peralatan yang lebih
berguna bagi kesejahteraan manusia?
Biologi. Teknologi
rekayasa di bidang biologi juga mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dengan
teknologi ini, kalangan ahli biologi kini mampu mengembangkan apa yang disebut
sebagai cloning yang bisa diterapkan pada tumbuhan, hewan, dan sangat
mungkin juga pada manusia. Dengan rekayasa cloning ini, para ahli memang
dapat menciptakan mahluk baru tanpa melalui pembiakan sebagaimana lazimnya.
Termasuk dalam menciptakan organ manusia yang diperlukan untuk memperbaiki atau
memperbarui organ yang rusak. Namun masalahnya tentu akan lain, juka praktek cloning
itu dilakukan untuk menciptakan manusia baru. Keinginan untuk menciptakan
manusia tanpa melalui perkawinan seperti ini, bahkan sudah memicu munculnya
pro-kontra diantara para ahli yang mendukung dan yang menentangnya. Bila tidak
disikapi secara kritis, praktek cloning manusia itu, bisa melahirkan
dampak negatif dalam kehidupan manusia sendiri.
Dampak terburuk yang bisa terjadi bila praktek cloning
manusia itu dibiarkan adalah kemungkinan hilangnya kesadaran bahwa mereka
adalah mahluk ciptaan Tuhan. Kenyataan bahwa mereka bisa menciptakan segalanya
dengan cloning, bisa jadi justru akan membuat mereka melupakan Sang
Pencipta sendiri. Dampak lainnya adalah kemungkinan munculnya sikap
superioritas perempuan yang tidak akan membutuhkan laki-laki, karena dapat
mencipta manusia sendiri dari dirinya. Hal ini akan mengganggu keseimbangan
relasi manusia laki-laki dan perempuan yang diciptakan Tuhan untuk saling
membantu dalam suatu perkawinan. Maka tata kehidupan baru akan bergolak.
Lingkungan hidup. Dari banyak
pengalaman, kerusakan lingkungan akibat pembangunan industri masih terus
terjadi. Sistem pengelolaan limbah industri yang tidak ditata secara tepat dan
baik, menyebabkan lingkungan bukan hanya kotor, tapi juga tercemar. Asap dari
industri dan juga transportasi juga menyebabkan polusi udara yang mengakibatkan
terjadinya penipisan lapisan ozon dan terjadinya pemanasan global.
Pengambilan sumber alam secara besar-besaran menggunakan
perangkat berteknologi canggih, melahirkan ancaman tidak tersedianya sumber
alam bagi generasi mendatang. Penebangan hutan secara besar-besaran yang
dilakukan tanpa memperhitungkan akibatnya, menyebabkan terjadinya penggundulan
hutan yang juga mendorong makin meningkatnya suhu udara di muka bumi ini.
Pembangunan reactor nuklir di tempat yang tidak tepat dan tidak secara teliti
direncanakan telah ikut merusak lingkungan dan mengancam kelangsungan hidup
banyak orang.
Dari sini tampak bahwa perkembangan teknologi di bidang
industri pun perlu memperhatikan pengaturan terhadap lingkungan hidup manusia.
Dalam lingkungan tertentu penggunaan teknologi canggih oleh kelompok masyarakat
tertentu, juga bisa berakibat kelompok masyarakat yang lain terkalahkan dalam
persaingan. Lihat bagaimana penggunaan pukat harimau oleh perusahaan besar telah
menyingkirkan dan mematikan nelayan-nelayan tradisional. Akibatnya penduduk
tidak dapat hidup layak lagi. Maka terjadi ketidakadilan yang berakibat
menyengsarakan orang kecil.
Medis. Kemajuan
teknologi kedokteran sangat pesat, banyak peralatan medis yang mutakhir
ditemukan. Kecuali dampak yang positif, sudah tampak bahwa peralatan yang
modern itu juga membawa dampak negatif. Beberapa rumah sakit yang mempunyai
peralatan itu, sering secara mudah menganjurkan pasien, termasuk yang secara
ekonomi tak mampu, untuk menjalani diagnosa dengan alat itu meski sebenarnya
tidak perlu. Akibatnya mereka harus membayar mahal. Bahkan ada beberapa dokter
“memaksakan” tindakan operasi dengan menggunakan peralatan yang canggih, hanya
demi mengembalikan investasi pembelian peralatan tersebut. Jadi tindakan yang
dilakukan terhadap pasien, tidak lagi didasarkan pada pertimbangan untuk
membantu pasien, tapi justru pada alatnya.
Dari beberapa contoh di atas menjadi
jelas bahwa kecuali dampak positif dari kemajuan sains dan teknologi, juga
terdapat banyak dampak negatifnya. Maka kiranya diperlukan suatu aturan main,
suatu pembatasan, suatu arah bagi perkembangan teknologi, terutama dalam
penggunaan hasil teknologi.
industriaL engineering ‘06.. sip ,,
keyen ..
Berbagi:
Langganan:
Postingan (Atom)